Kamis, 01 September 2011
WONOSARI (KRjogja.com) - Untuk mencukupi kebutuhan menghadapi libur lebaran, pedagang ikan di pantai Baron harus mendatangkan ikan dari luar daerah. Pedagang rela mengambil ikan dengan harga lebih mahal dari Jawa Timur, Semaran, Cilacap. Sebab libur Lebaran terjadi peningkatan permintaan yang cukup tinggi.
"Pedagang sudah mendatangkan ikan kurang lebih 5 ton dari luar daerah. Karena paceklik ikan membuat nelayan tak bisa memperoleh tangkapan yang maksimal. Jikapun berhasil melaut, hanya membawa pulang ikan campur dalam jumlah minim," kata Ketua Unit Nelayan Pantai Baron Sunardi, Kamis (1/9).
Jumlah lima ton, lanjutnya diperkirakan juga masih bisa bertambah. Karena kunjungan wisatawan akan terjadi hingga H+7 dan biasanya juga membeli ikan baik dalam keadaan mentah maupun matang dengan jumlah yang cukup banyak. Sekalipun tentu harganya agak sedikit mahal dengan mengambil dari luar daerah, tidak akan mengurangi daya beli konsumsi wisatawan yang sudah terjadi setiap tahunnya.
“Agar pembeli bisa merasa puas, tentunya para pedagang juga sudah memasang dagangan ikan segar maupun dalam kondisi siap untuk dikonsumsi,” tambahnya.
Terpisah, seorang pedagang ikan di Pantai Baron Ngatirah menuturkan, libur lebaran menjadi berkah bagi pedagang ikan, sebab kunjungan meningkat dan daya beli juga naik. Untuk harga ikan tuna berkisar Rp 30 ribu untuk siap konsumsi dan tongkol antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Harga ini memang naik tetapi dalam kondisi wajar, sebab harus mengambil dari luar daerah.
“Ada juga pedagang yang mendatangkan ikan untuk dijual dari Pantai Sadeng, sebab disana nelayan menggunakan perahu lebih besar dan bisa melaut dalam jarak jauh,” ucapnya. (R-2)


